CIAYUMAJAKUNING.ID: Deru ratusan motor trail memecah suasana kawasan Berti Gronggong, Kabupaten Cirebon, Sabtu (27/6/2026). Sebanyak 700 rider dari berbagai daerah turun menjelajahi jalur off-road yang menyuguhkan tantangan sekaligus memperkenalkan pesona wisata alam tersembunyi di Cirebon.
Melalui kegiatan TS Jabar Ngahiji #16 Megamendung Cirebon, para peserta tidak hanya menguji adrenalin di lintasan tanah dan perbukitan, tetapi juga diajak menikmati keindahan destinasi unggulan seperti Setu Patok, Sumur Tujuh, hingga lokasi yang dijuluki Grand Canyon Cirebon.
Ketua Panitia TS Jabar Ngahiji #16, Zezen, mengatakan kegiatan ini merupakan agenda rutin enam bulanan komunitas Suzuki TS 125 se-Jawa Barat. Tahun ini, Kabupaten Cirebon dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan.
“Ini merupakan TS Jabar Ngahiji ke-16 yang digelar di Cirebon. Alhamdulillah antusiasme luar biasa, hingga hari ini tercatat sekitar 700 peserta ikut meramaikan kegiatan,” ujar Zezen.
Menurutnya, peserta datang dari berbagai kota di Jawa Barat, bahkan sejumlah pendaftar berasal dari luar provinsi.
“Ada yang mendaftar dari Lampung dan Kalimantan meski akhirnya belum bisa hadir. Sementara yang datang langsung berasal dari Tasikmalaya, Bandung, Sukabumi, Garut, Wonosobo, Kudus, Jepara, dan berbagai daerah lainnya,” katanya.
Berbeda dari kegiatan off-road pada umumnya, TS Jabar Ngahiji #16 tidak hanya menawarkan sensasi melintasi jalur ekstrem, tetapi juga menjadi media promosi wisata Kabupaten Cirebon.
Panitia menyiapkan lintasan off-road sepanjang sekitar 25 kilometer serta jalur wisata sejauh kurang lebih 45 kilometer pulang-pergi dengan titik start dan finis di kawasan Berti Gronggong.
“Tujuan kami memang ingin memperkenalkan potensi wisata Cirebon. Peserta diajak melewati Setu Patok, Sumur Tujuh, hingga Grand Canyon Cirebon agar mereka bisa melihat langsung keindahan alam yang dimiliki daerah ini,” jelas Zezen.
Salah satu lokasi yang paling menarik perhatian peserta adalah Grand Canyon Cirebon, sebuah kawasan bekas jalur kereta api yang kini membentuk tebing-tebing batu dengan panorama eksotis. Keunikan bentang alam tersebut membuat kawasan ini dijuluki Grand Canyon oleh masyarakat dan komunitas pecinta alam.
Untuk menjaga keamanan dan kelancaran perjalanan, para rider diberangkatkan secara bergelombang berdasarkan komunitas masing-masing.
“Setiap komunitas berangkat bergantian, mulai dari Tasikmalaya, Bandung, Garut, dan lainnya. Cara ini membuat perjalanan lebih tertib sekaligus mempererat kebersamaan antaranggota,” ujarnya.
Meski melintasi jalur menantang, kegiatan ini tidak mengusung konsep perlombaan. Panitia tidak menetapkan sistem penilaian maupun adu kecepatan. Sebaliknya, peserta diajak menikmati perjalanan, mengikuti berbagai permainan, serta berkesempatan membawa pulang door prize setelah kembali ke lokasi finis.
TS Jabar Ngahiji #16 dibuka secara simbolis oleh Kapolresta Cirebon Kombes Pol Imara Utama, Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman, Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar, bersama sejumlah tamu undangan sekitar pukul 08.00 WIB.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi komunitas TS Megamendung Cirebon bersama Polresta Cirebon, Polres Cirebon Kota, dan IJTI Cirebon Raya dalam rangka memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80.
Melalui event ini, Kabupaten Cirebon kembali membuktikan bahwa daya tariknya tidak hanya terletak pada wisata sejarah, keraton, dan kuliner.
Di balik jalur-jalur perbukitan yang menantang, tersimpan panorama alam memukau yang mulai dikenal sebagai destinasi favorit para pecinta petualangan dari berbagai penjuru Indonesia.









