CIAYUMAJAKUNING.ID – Peserta Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan XII Kabupaten Bogor Tahun 2026 melakukan studi lapangan dengan menyambangi Gedung Setda Kota Cirebon, Rabu (07/10).
Studi lapangan tersebut bertujuan menjadi ruang berbagi pengalaman dan pembelajaran mengenai praktik penyelenggaraan pemerintahan serta pelayanan publik.
Sekda Kota Cirebon Iing Daiman yang menerima kunjungan menyampaikan gambaran mengenai Kota Cirebon, termasuk posisi strategisnya sebagai salah satu simpul pergerakan transportasi antara Jawa Barat dan Jawa Tengah.
“Kota Cirebon memiliki posisi yang strategis dan menjadi simpul pergerakan antara Jawa Barat dan Jawa Tengah. Karakteristik tersebut tentu menghadirkan peluang sekaligus tantangan yang harus kami jawab melalui tata kelola pemerintahan yang semakin adaptif,” jelasnya.
Sekda juga menekankan tantangan kepemimpinan birokrasi saat ini tak lagi sebatas memastikan rutinitas pemerintahan berjalan dengan baik.
Aparatur di tuntut mampu menghadirkan perubahan, mempercepat pelayanan, memanfaatkan teknologi serta membangun cara kerja yang lebih efektif dan responsif.
“Kami berkomitmen membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, transparan dan semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat,” katanya.
Menurut Sekda, pelayanan publik menjadi salah satu indikator paling nyata dalam melihat kehadiran pemerintah.
Masyarakat berinteraksi langsung dengan pemerintah ketika mengurus administrasi kependudukan, memperoleh layanan kesehatan, pendidikan, perizinan, bantuan sosial maupun berbagai kebutuhan pelayanan lainnya.
Sementara itu, Kabid Penilaian dan Pengembangan Kompetensi Kabupaten Bogor Dadan Nurdiansyah menjelaskan alasan di pilihnya Kota Cirebon sebagai lokus studi lapangan.
Kota Cirebon di nilai memiliki pengalaman dan praktik penyelenggaraan pemerintahan serta pelayanan publik yang relevan untuk di pelajari oleh para peserta PKP.
“Kami berharap kegiatan ini dapat membangun semangat untuk saling belajar, berbagi pengalaman, bertukar informasi, sekaligus memperkuat hubungan dan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Bogor dengan Pemerintah Kota Cirebon,” ujarnya.
Dadan juga menambahka peserta PKP di harapkan mampu memperoleh lesson learned selama studi lapangan.
Pengalaman tersebut kemudian dapat di aktualisasikan sesuai karakteristik dan kebutuhan organisasi di Kabupaten Bogor.
“Kami berharap ada pengalaman dan pembelajaran yang benar-benar memberikan nilai tambah terhadap pelaksanaan tugas peserta ketika kembali ke unit kerja masing-masing,” tutupnya. ***








