https://ciayumajakuning.id
No Result
View All Result
Sabtu, 1 Agustus 2026
  • Umum
  • Seni & Budaya
  • Pariwisata
  • Ekbis
  • Teknologi
  • Lifestyle
  • Umkm
Informasi Seputar Cirebon Raya
No Result
View All Result
Home Umum

FK UGJ Jadi Rujukan Mahasiswa Kedokteran Belanda Pelajari Penyakit Tropis di Cirebon

by Andika
19 Mei 2026
in Umum
FK UGJ Jadi Rujukan Mahasiswa Kedokteran Belanda Pelajari Penyakit Tropis di Cirebon

CIAYUMAJAKUNING.ID – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Swadaya Gunung Jati kembali menunjukkan kiprahnya di tingkat internasional. Kali ini, FK UGJ menjadi tempat belajar bagi mahasiswa kedokteran dari Radboud University yang tertarik mendalami penyakit tropis di Indonesia, khususnya wilayah Cirebon dan sekitarnya.

Dua mahasiswa asal Belanda yang mengikuti program pembelajaran di FK UGJ yakni Bin Yan Liem dan Susanna Bijsterboch. Keduanya menjalani program magang akademik intensif selama 2,5 bulan sejak Maret 2026 dengan fokus pada bidang Tropical Medicine atau kedokteran tropis.

BacaJuga

LPS Salurkan Bantuan Sarana Ibadah ke SMPN 2 Suranenggala, Dukung Aktivitas Keagamaan Siswa

Gegara Adukan Semen, Diduga Istri Anggota Polri Aniaya Wanita Hingga Alami Luka

Gaet Komisi I DPRD, Dishub Kota Cirebon Kaji Parkir, APILL dan BRT

Pecah Kongsi 4.0: Ketika Adu Domba Digital dan Identitas Mengancam Kebhinekaan

Rektor Universitas Swadaya Gunung Jati, Achmad Faqih mengatakan, kolaborasi tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan UGJ dalam memperluas jejaring akademik internasional, terutama di kawasan Eropa melalui program Erasmus+.

“Dengan adanya aktivitas internasional ini, kami berharap mahasiswa dan tenaga pendidik dapat berkolaborasi dalam berbagai kegiatan akademik dan riset, khususnya di bidang kesehatan dan kedokteran,” ujar Achmad Faqih, Selasa (19/5/2026).

Menurutnya, kehadiran mahasiswa asing dari Belanda membawa misi akademik yang sangat spesifik, yakni mempelajari perkembangan penyakit tropis di Indonesia. Cirebon dipilih karena dinilai memiliki karakteristik kasus kesehatan tropis yang menarik untuk diteliti.

“Mereka ingin mempelajari bagaimana perkembangan penyakit tropis yang ada di Indonesia, khususnya di daerah Cirebon dan sekitarnya. Ini menjadi kebanggaan sekaligus kesempatan belajar yang sangat baik bagi kami,” katanya.

Kerja sama strategis antara FK UGJ dan Radboud University sendiri telah berjalan sejak tahun 2024 dan saat ini telah memasuki batch ketujuh. Program tersebut menjadi salah satu bentuk implementasi nyata internasionalisasi kampus yang terus didorong UGJ.

Achmad Faqih menambahkan, capaian Fakultas Kedokteran yang telah meraih predikat unggul semakin memperkuat posisi UGJ dalam membangun kolaborasi global dengan berbagai perguruan tinggi ternama dunia.

“Ini menjadi berkah tersendiri bahwa FK UGJ telah diakui dan aktif meningkatkan kinerjanya melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi mitra di berbagai belahan dunia,” terangnya.

Selain bekerja sama dengan Radboud University, FK UGJ juga menjalin kemitraan akademik dengan sejumlah kampus internasional lainnya, seperti Poitiers University dan Mahidol University.

Dekan FK UGJ, Catur Setiya Sulistiana mengungkapkan, selama tujuh gelombang program kerja sama dengan Radboud University, FK UGJ telah menerima total 34 mahasiswa asal Belanda untuk belajar di Kota Cirebon.

“Rata-rata setiap batch diikuti dua mahasiswa. Selama tujuh batch ini kami memang baru menerima mahasiswa dari Radboud University untuk belajar di Cirebon. Namun, kami juga sudah berinisiatif dan dalam waktu dekat akan mengirimkan mahasiswa profesi kami untuk belajar di sana,” ujarnya.

Program pertukaran dua arah tersebut diharapkan memberikan manfaat timbal balik bagi kedua institusi. FK UGJ pun terus memperluas jejaring internasionalnya melalui program student exchange ke berbagai negara.

Ke Prancis, misalnya, UGJ secara rutin mengirimkan rata-rata tiga mahasiswa melalui program Erasmus+ Mobility yang seluruh pembiayaannya ditanggung beasiswa. Sementara kerja sama dengan Mahidol University telah berjalan dua kali dengan fokus pembelajaran di bidang genetika dan melibatkan sekitar 10 mahasiswa setiap angkatan.

Menurut Catur, seluruh program internasional tersebut dapat terlaksana berkat dukungan penuh universitas dan yayasan. Melalui kolaborasi lintas negara, FK UGJ berharap mampu mencetak lulusan berdaya saing global sekaligus memperkuat posisi Cirebon sebagai salah satu pusat pendidikan kedokteran yang diperhitungkan di tingkat internasional.

Tags: CiayumajakuningCirebonKedokteranUgj

Related Posts

LPS Salurkan Bantuan Sarana Ibadah ke SMPN 2 Suranenggala, Dukung Aktivitas Keagamaan Siswa

31 Juli 2026
Gegara Adukan Semen, Diduga Istri Anggota Polri Aniaya Wanita Hingga Alami Luka

Gegara Adukan Semen, Diduga Istri Anggota Polri Aniaya Wanita Hingga Alami Luka

28 Juli 2026
Gaet Komisi I DPRD, Dishub Kota Cirebon Kaji Parkir, APILL dan BRT

Gaet Komisi I DPRD, Dishub Kota Cirebon Kaji Parkir, APILL dan BRT

28 Juli 2026

Pecah Kongsi 4.0: Ketika Adu Domba Digital dan Identitas Mengancam Kebhinekaan

25 Juli 2026
Ono Surono Dukung Sayembara Begal Dedi Mulyadi, Minta Penanganan Kejahatan Tak Berhenti di Hadiah

Ono Surono Dukung Sayembara Begal Dedi Mulyadi, Minta Penanganan Kejahatan Tak Berhenti di Hadiah

25 Juli 2026
Wabup Cirebon: Sekolah Rakyat Terintegrasi Launching Akhir Juli

Wabup Cirebon: Sekolah Rakyat Terintegrasi Launching Akhir Juli

25 Juli 2026

Redaksi | Tentang Kami | Pedoman Media Siber

Partner

© 2026 ciayumajakuning.id - PT. Sonde Mitra Utama
No Result
View All Result
  • Umum
  • Seni & Budaya
  • Pariwisata
  • Ekbis
  • Teknologi
  • Lifestyle
  • Umkm

© 2020 ciayumajakuning.id